Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 201
201 Dan di antara mereka ada orang yang mendoa: `Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka`.(QS. 2:201)
وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (201)
Di dalam ayat ini Allah menyebutkan manusia yang memperoleh keuntungan dunia akhirat, yaitu orang-orang yang di dalam doanya selalu minta supaya mendapat kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, dan terjauh dari siksaan api neraka. Untuk mencapai hidup bahagia di dunia harus melalui beberapa persyaratan, di antaranya harus sabar dalam berusaha, patuh kepada peraturan dan disiplin, pandai bergaul dan dipercaya serta mempunyai maksud baik dalam usahanya. Untuk mencapai hidup bahagia di akhirat haruslah mempunyai iman yang murni dan kuat, serta mengerjakan amal yang saleh dan mempunyai akhlak yang mulia. Maka untuk terlepas dari siksa hendaklah selalu meninggalkan pekerjaan-pekerjaan maksiat, menjauhkan diri dari yang keji serta memelihara diri jangan sampai berbuat hal-hal yang diharamkan Allah karena pengaruh syahwat dan hawa nafsu.
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 202
202 Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.(QS. 2:202)
أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ (202)
Mereka yang meminta kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat itulah yang akan mendapat nasib yang baik dan beruntung karena kesungguhannya dalam berusaha dan beramal. Artinya mereka sudah dapat menyamakan permintaan hatinya yang diucapkan oleh lidahnya dengan kesungguhan jasmaninya dalam berusaha dan beramal. Buahnya ialah keberuntungan dan kebahagiaan. Ayat ini ditutup dengan peringatan bahwa Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
Maksudnya ialah supaya setiap manusia tidak boleh ragu-ragu dalam berusaha dan beramal, sebab seluruhnya itu akan diperhitungkan Allah dan tidak akan dirugikan-Nya seorang pun juga. Perhitungan Allah sangat cepat dan tepat sehingga dalam waktu sekejap mata saja, setiap manusia itu sudah dapat melihat hasil usaha dan amalnya dan sekaligus akan dapat menerima balasan dari usaha dan amalnya itu dari Allah.
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 203
203 Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan di kumpulkan kepada-Nya.(QS. 2:203)
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ (203)
Setelah jamaah haji berada di Mina, kembali dari Arafah, sekali lagi Allah memperingatkan supaya mereka berzikir mengingat Allah swt. yakni bertakbir di hari-hari tertentu, yaitu pada hari-hari tasyrik dengan meninggalkan kebiasaan pada zaman jahiliyah, yaitu pada hari-hari itu mereka mengadakan rapat besar untuk bermegah-megah, menonjolkan jasa nenek-moyang leluhurnya, dan hal-hal lain yang menjadi kebanggaan masing-masing. Untuk ini maka di kala Nabi Besar Muhammad saw. selesai mengerjakan haji wadak beliau memberikan khutbah pengarahan di Mina sebagaimana yang telah disebut di atas.
Allah swt. memerintahkan supaya para jamaah haji berzikir mengingat Allah pada hari-hari tertentu. Jumhur ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan hari-hari tertentu, yaitu tiga hari sesudah hari raya haji, tanggal 11, 12 dan 13 bulan Zulhijjah. Arti zikir dalam ayat ini adalah takbir dan dilakukan pada setiap selesai melakukan salat fardu dan pada setiap kali melempar jumrah.
Yang dimaksud dengan "zikir" dalam ayat ini ialah bertakbir pada hari-hari tasyrik sesudah salat fardu. Dan lafaz takbir tersebut adalah sebagai berikut:
الله اكبر, الله أكبر, الله أكبر, لا إله إلا الله , الله أكبر, الله أكبر و لله الحمد
Artinya:
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar; Tidak ada Tuhan melainkan Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji untuk Allah.
Takbir sesudah salat Asar pada hari ketiga tasyrik merupakan takbir terakhir dalam rangka pelaksanaan perintah takbir yang disebutkan dalam ayat ini.
Imam Bukhari meriwayatkan dalam satu hadis bagai berikut:
إن النبي صلي الله عليه وسلم كبر مع كل حصاة بسم الله الله أكبر
Artinya:
Sesungguhnya Nabi Muhammad saw. bertakbir sesudah setiap batu dilontarkan ke Jumrah dengan ucapan: Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar.
Para jemaah haji yang berada di Mina dua hari sesudah hari raya haji mereka boleh bersegera kembali ke Mekah. Mereka berada di Mina adalah untuk melempar Jumrah. Hal ini oleh karena jamaah haji itu wajib bermalam di Mina hanya pada malam pertama dan kedua dari hari-hari tasyrik. Dan mereka boleh pula terkemudian kembali ke Mekah.
Dengan demikian mereka penuh tiga hari di Mina, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 bulan Zulhijjah. Mana saja dari dua hal tersebut dipilih dan dikerjakan oleh mereka tidak ada dosa baginya, sekalipun yang kembali terkemudian itu lebih afdal.
Ini adalah satu penegasan dari Allah swt. untuk menghilangkan pendirian orang-orang jahiliyah yang sebahagian berpendapat bahwa orang-orang yang segera kembali ke Mekah berdosa, dan sebagian lagi berpendapat bahwa orang yang terlambat kembali ke Mekah itulah yang berdosa. Yang bersegera itu dinamakah "Nafar Awwal" (rombongan pertama) sedang yang terlambat "Nafar Tsani" (rombongan kedua). Bagi nafar awwal, mereka harus meninggalkan Mina pada hari kedua tasyrik, sesudah melontar jumrah dan sesudah tengah hari sebelum matahari terbenam.
Kalau mereka sampai waktu terbenamnya matahari belum juga meninggalkan Mina karena sesuatu sebab, maka nafar awwal menjadi batal dan mereka harus bermalam lagi dan baru bisa meninggalkan Mina sesudah melontar jumrah pada hari ketiga tasyrik sesudah tengah hari.
Kelonggaran dan kesempatan memilih ini diberikan Allah kepada jemaah haji adalah karena kedua hal itu dapat dilaksanakan dengan penuh ketakwaan kepada Allah swt. Bagi yang bersegera adalah karena takut melakukan pelanggaran-pelanggaran seperi membunuh binatang-binatang terlarang, tidur dengan istrinya (bersenggama) dan hal-hal yang masih dilarang sesudah tahallul pertama sebelum tahallul kedua. Sesuatu amal ibadah yang dikerjakan tidak dengan takwa, tidak akan diterima. Dan bagi yang berlambat adalah karena ingin melakukan afdal dan meyakini bahwa dia sanggup menjauhi segala larangan-larangan tersebut.
Firman Allah swt.:
إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
Artinya:
Bahwasanya Allah swt. hanya menerima amal ibadah orang-orang yang bertakwa. (Q.S Al Ma'idah: 27)
Oleh karena pentingnya takwa dan untuk menetapkan takwa itu dalam hati, Allah swt. menekankan sekali lagi dengan firman-Nya:
وَاتَّقُوا اللَّهَ
Artinya:
Dan bertakwalah kepada Allah. (Q.S Al Baqarah: 203)
Lalu disusul dengan kata-kata yang dapat menguatkan hati untuk bertakwa, yaitu:
وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Artinya:
Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. (Q.S Al Baqarah: 203)
Seseorang yang mengetahui dan meyakini bahwa ia akan dikumpulkan di hari kemudian dan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya di dunia tentu akan lebih banyak berbuat kebaikan dan menambah takwanya kepada Allah swt.
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 204
204 Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.(QS. 2:204)
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ (204)
Ayat-ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang munafik bernama Al-Akhnas bin Syariq As-Saqafi. Setiap bertemu dengan Nabi saw. ia memuji-muji dan menyanjung-nyanjung beliau dan ditonjolkan hal-hal yang menunjukkan seakan-akan ia beriman. Ini dilakukan hanya untuk memperoleh sesuatu tujuan tertentu sesuai dengan tuntutan hidupnya di dunia, sampai-sampai ia berani bersumpah dengan nama Allah untuk dapat meyakinkan orang bahwa apa yang diucapkannya itu, benar-benar sesuai dengan isi hatinya.
Sebagian dari manusia, kata-kata dan ucapannya tentang kehidupan dunia menarik sekali, sehingga banyak orang terpedaya. Ia pintar dan pandai menyusun kata-kata dengan gaya yang menawan. Ia senantiasa tersenyum, memperlihatkan kesungguhannya, malah ia berani bersumpah mengucapkan "demi Allah", untuk dapat meyakinkan bahwa apa yang diucapkannya itu sekan-akan benar-benar dari lubuk hatinya, dan bukanlah sesuatu yang dibikin-bikin, padahal dia adalah musuh besar, seorang munafik yang selalu menentang agama Islam.
Dengan ayat ini Allah memberitahukan bahwa orang yang seperti Al-Akhnas ini adalah pendusta, tidak dapat dipercaya, dan bahwa ia adalah musuh Islam dan penentang yang keras terhadap Muhammad saw.
Al-Akhnas ini dan orang-orang lain yang sama halnya, ingin mengelabui dan melakukan makar terhadap umat manusia dengan tiga macam hal:
1.Dengan kata-kata dan ucapan yang menarik, sehingga orang-orang yang mendengarnya terpesona dan terpengaruh, hatinya tertawan, tidak ragu-ragu sedikit pun tentang kebenaran ucapannya itu.
2.Bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk menunjukkan kebenarannya dan seakan-akan ia bermaksud baik.
3.Gigih dalam berdebat dan berhujah menghadapi lawan penentangnya.
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 205
205 Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.(QS. 2:205)
وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ (205)
Golongan manusia semacam ini, apabila ia telah berlalu dan meninggalkan orang yang ditipunya itu, ia melaksanakan tujuannya yang sebenarnya. Ia melakukan kerusakan-kerusakan di atas bumi; tanaman-tanaman dan buah-buahan dirusak dan binatang ternak dibinasakan, apalagi kalau mereka sedang berkuasa, di mana-mana mereka berbuat sesuka hatinya, wanita-wanita dinodai. Tidak ada tempat yang aman dari perbuatan jahatnya. Fitnah di mana-mana mengancam, masyarakat merasa ketakutan dan rumah tangga serta anak-anak berantakan karena tindakannya yang salah.
Sifat-sifat semacam ini, tidak disukai Allah swt. sedikit pun. Dia murka kepada orang-orang yang berbuat demikian, begitu juga kepada setiap orang yang perbuatannya kotor, menjijikkan. Hal-hal yang lahirnya baik, tetapi tidak mendatangkan maslahat, Allah tidak akan meridainya karena Dia tidak memandang cantiknya rupa dan menariknya kata-kata, tetapi Allah memandang kepada ikhlasnya hati dan maslahatnya sesuatu perbuatan. Sabda Nabi Muhammad saw:
إن الله لا ينظر إلي أجسامكم ولا إلي صوركم ولكن ينظر إلي قلوبكم
Artinya:
Sesungguhnya Allah swt. tidak memandang kepada tubuhmu dan juga tidak kepada bentukmu, tetapi Allah (hanya) memandang kepada hatimu. (H.R Muslim dari Abu Hurairah ra.)
No comments:
Post a Comment