Friday, April 26, 2013

Tafsir Surah AlBaqarah 76-80

💬 : 0 comment

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 76


76     Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: `Kamipun telah beriman`, tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, mereka berkata: `Apakah kamu menceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?`(QS. 2:76)

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ (76)

Ayat ini memberitakan tentang beberapa watak orang-orang Yahudi yang tak dapat diharapkan lagi iman mereka, yaitu watak mereka menyerupai watak orang munafik dan juga menerangkan tingkah laku mereka.

Ayat ini menjelaskan bahwa apabila orang-orang Yahudi yang bersikap munafik berjumpa dengan para sahabat Nabi saw mereka berkata, "Kami juga beriman seperti kamu, kami mengakui bahwa kamu dalam kebenaran dan bahwa Muhammad saw itu memang pesuruh Allah yang telah diterangkan di dalam kitab Taurat." Mereka mengucapkan kata-kata itu dengan maksud untuk menenteramkan hati orang-orang Aus dan Khazraj yang pernah menjadi teman sekutu mereka. Tetapi ketika mereka berada di tengah-tengah kaumnya, mereka dicela oleh kaumnya itu dengan mengatakan, "Mengapa mereka mengabarkan kepada orang Islam apa yang diterangkan Allah tentang kedatangan Nabi Muhammad saw. secara khusus di dalam Taurat. Seharusnya kabar itu dirahasiakan dan tidak boleh seorangpun mengetahuinya karunia kalau rahasia itu dibukakan, berarti orang-orang mukmin mempunyai alasan yang kuat untuk mengatakan hujah-hujah mereka sendiri di hadapan Allah.

Tindakan yang demikian dianggap oleh mereka sebagai perbuatan tercela, tidak diperkirakan sebelumnya akibat yang buruk dari padanya.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 77


77     Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?(QS. 2:77)

أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (77)

Ayat ini sebagai celaan dan pukulan bagi orang Yahudi terutama bagi para pemalsu yang menyembunyikan sifat-sifat Nabi dan merubah-rubah kitab suci, seolah-olah mereka hendak menyembunyikan kekafiran dan kedustaan mereka.

Allah mengetahui tentang apa-apa yang mereka lahirkan (tampakkan), yaitu memperlihatkan keimanan dan bermuka manis. Apabila mereka beriman bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, mengapakah mereka tidak takut akan azab Allah? Allah mengetahui apa yang nampak dan mengetahui pula apa yang tersembunyi. Allah akan memberikan balasan terhadap perbuatan mereka itu dengan menimpakan kehinaan pada mereka di dunia dan siksa yang pedih di akhirat.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 78


78     Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.(QS. 2:78)

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ (78)

Dalam ayat ini Allah menceritakan orang-orang awam pengikut-pengikut mereka yang mengikuti saja kemauan pendeta-pendeta yang memutar balikkan isi Taurat, baik pemimpin ataupun pengikutnya, keduanya dalam kesesatan. Di antara orang-orang Yahudi itu ada golongan ummi yaitu orang-orang yang beta huruf, tidak dapat membaca dan menulis. Mereka hanya dapat menghafal-hafal Kitab Taurat tetapi mereka tidak dapat memahami makna dan kandungan isinya dan amal perbuatannyapun tidak dapat mencerminkan apa yang dimaksud oleh isi Taurat itu.

Mereka ini adalah kaum yang hanya mendasarkan sesuatu kepada sangkaan saja tidak sampai kepada martabat keyakinan yang berdasarkan keterangan-keterangan yang pasti yang tidak ada keraguan lagi. Orang-orang Yahudi itu memang banyak ingkar terhadap kebenaran, meskipun kebenaran itu telah terang dan jelas. Dan banyak mendustakan ayat-ayat Allah dan paling banyak tertipu oleh dirinya sendiri serta suka memakan harta orang lain dengan cara haram, seperti riba, mengicuh dan suap. Dalam pada itu mereka menganggap bahwa mereka adalah orang yang paling utama di antara bangsa di dunia.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 79


79     Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: `Ini dari Allah`, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang mereka kerjakan.(QS. 2:79)

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ (79)

Kemudian sesudah Allah menerangkan mereka yang berpegang kepada sangkaan belaka, maka disusullah dalam ayat ini dengan keterangan tentang orang-orang yang terlibat dalam pemalsuan kitab suci yaitu mereka yang menyesatkan dengan mengada-adakan dusta terhadap Allah dan memakan harta orang lain dengan secara tidak sah.

Orang-orang yang bersifat seperti itu akan ditimpakan kepada mereka kecelakaan yang besar terutama kepada pendeta mereka yang menulis kitab Taurat dengan menuruti kemauannya sendiri, kemudian mengatakan kepada orang awam, bahwa inilah Taurat yang sebenarnya.

Mereka berbuat begitu adalah untuk mendapatkan keuntungan duniawi seperti pangkat, kedudukan dan harta benda.

Allah menerangkan bahwa keuntungan yang mereka ambil itu adalah amat murah (sedikit), dibanding dengan kebenaran yang dijualnya itu yang sebenarnya sangat mahal dan tinggi nilainya. Kemudian Allah mengulangi ancaman-Nya terhadap kelakuan Pendeta Yahudi itu, bahwa kepada mereka akan ditimpakan siksa yang pedih.

Pendeta-pendeta Yahudi yang telah menulis Taurat itu telah melakukan tiga kejahatan, yaitu:

1.Menyembunyikan sifat-sifat Nabi saw yang tersebut dalam Taurat.

2.Mengadakan dusta kepada Allah.

3.Mengambil harta orang dengan cara yang tidak sah.

Muhammad Abduh berkata, "Barang siapa ingin mengetahui perilaku orang orang Yahudi masa lalu, hendaklah ia melihat dan memperhatikan perilaku mereka pada masa sekarang. Maka akan terlihat perilaku mereka dalam lembaran yang terang dan jelas. Akan terlihat pula kitab yang disusun mengenai akidah dan hukum-hukum agama yang telah dibelokkan dari maksud-maksud yang sebenarnya, dirubah sehingga menimbulkan kekacauan pada manusia dan kerusakan dalam agama mereka".

Para pendeta itu berkata, "Kitab ini dari Allah". Padahal kitab itu sama sekali bukan dari Allah. Sesungguhnya kitab tersebut hanyalah menghambat manusia untuk memperhatikan kitab Allah dan petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya. Perbuatan yang demikian itu hanyalah dilakukan oleh salah satu di antara dua orang :

1.Orang yang memang keluar dari agama, yang sengaja merusak agama dan menyesatkan pengikut-pengikutnya. Ia memakai pakaian agama dan menampakkan diri sebagai orang yang mengadakan perbaikan untuk menipu manusia agar orang-orang tersebut menerima apa yang dia tulis dan apa yang dia katakan.

2.Orang yang sengaja menakwilkan dan sengaja membuat tipu muslihat agar mudah bagi manusia menyalahi agama. Orang ini berbuat demikian adalah untuk mencari harta dan kemegahan.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 80


80     Dan mereka berkata: `Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.` Katakanlah: `Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?`(QS. 2:80)

وَقَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَةً قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (80)

Dalam ayat ini Allah menyebutkan lagi segi lain dari kedurhakaan orang Yahudi yaitu mengenai anggapan mereka bahwa mereka tidak dibakar oleh api neraka kecuali hanya berapa hari saja.

Maksudnya tidak kekal di dalam neraka karunia mereka adalah putra dan kekasih-kekasih Allah. Kebanyakan orang Yahudi berpendapat bahwa mereka dimakan api selama tujuh hari. Karena umur dunia menurut pendapat mereka 7000 tahun. Maka barangsiapa di antara mereka yang tidak memperoleh keselamatan dan kemenangan serta kebahagiaan, maka mereka akan mendekam dalam neraka selama 7 hari. Tiap-tiap sehari lamanya seperti 1000 tahun.

Ada yang berpendapat bahwa mereka dimakan api selama 40 hari, yaitu selama mereka menyembah anak sapi.

No comments:

Post a Comment