Tuesday, May 21, 2013

Tafsir Surah AlBaqarah 57

💬 : 0 comment
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Baqarah 57

Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu `manna` dan `salwa`. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.(QS. 2:57)

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ 

(Dan Kami naungi kamu dengan awan), artinya Kami taruh awan tipis di atas kepalamu agar kamu terlindung dari panasnya cahaya matahari di padang Tih, (dan Kami turunkan padamu) di padang Tih itu (manna dan salwa) yakni makanan manis seperti madu dan daging burung sebangsa puyuh dan firman Kami, ("Makanlah di antara makanan yang baik yang Kami karuniakan kepadamu.") dan janganlah kamu simpan! Tetapi mereka mengingkari nikmat itu dan mereka menyimpannya. Maka Allah pun menghentikan rezeki itu atas mereka (dan tidaklah mereka menganiaya Kami) dengan perbuatan itu, (tetapi mereka menganiaya diri mereka sendiri) karena bencananya kembali kepada mereka juga.

Dalam ayat inipun Allah swt. mengingatkan lagi kepada Bani Israel nikmat-Nya yang lain yang dilimpahkan-Nya kepada nenek moyang mereka dahulunya, ialah bahwa Allah swt. telah menaungi mereka dengan awan mendung dan teriknya panas matahari yang menimpa mereka. Hal ini terjadi ketika mereka meninggalkan negeri Mesir, menyeberangi laut Merah. Mereka sampai ke gurun pasir dan ditimpa panas terik yang amat sangat itu, mereka mengadu kepada Nabi Musa a.s. Begitu ia berdoa kepada Allah swt., memohon pertolongan untuk mereka, Allah swt. mengirim awan mendung untuk menaungi mereka, hingga mereka dapat berjalan Sampai ke negeri yang mereka tuju. Di samping itu Allah swt. mengaruniakan pula makanan untuk mereka, yaitu semacam makanan yang disebut "al manna" yang manis seperti madu, yang turun terus menerus sejak terbitnya fajar sampai matahari terbit. Di samping itu datang pula bahan makanan yang lain yang disebut "as salwa", yaitu semacam burung puyuh. Masing-masing mereka mengambil sejumlah yang cukup untuk makannya sampai keesokan harinya.

Allah swt. memerintahkan agar mereka memakan makanan yang bai-baik dan rezeki yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka. Makanan yang baik ialah makanan yang halal dan bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan badan.

Ini menunjukkan bahwa apapun yang diperintahkan Allah swt. kepada manusia, namun manfaatnya adalah untuk diri mereka sendiri, bukan untuk-Nya. Sebaliknya, apapun yang dilarang-Nya agar dijauhi oleh manusia, namun semuanya itu adalah untuk menyelamatkan mereka sendiri dari malapetaka yang akan menimpa mereka karena perbuatan itu.

No comments:

Post a Comment